Sekretaris Badan Litbang Hukum dan HAM, Yayah Mariani, secara resmi membuka Workshop Penguatan Teknis Sisumaker. Workshop kali ini mendatangkan narasumber dari Pusdatin Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM, Amir Mujahiduddien dan Satrio Wibisono.

Dalam materinya, Amir mengulas fungsi Sistem Surat Masuk dan Keluar (Sisumaker). Sisumaker adalah aplikasi yang dibuat untuk pengelolaan seluruh persuratan di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM. "Penggunaan Sisumaker diharapkan dapat memudahkan pemantauan keberadaan surat supaya dapat ditindaklanjuti secara efektif dan efisien," tutur Amir.

Satrio menambahkan, sisumaker ditujukan untuk pendistribusian surat saja, bukan menggantikan fungsi Simpeg.

Paling tidak ada dua fungsi Sisumaker. Pertama, distribusi surat masuk yaitu jenis surat yang masuk dari dalam dan luar instansi (jenis dokumen yang di upload disarankan dalam bentuk word dan pdf).

Sedangkan distribusi surat keluar adalah surat yang akan di kirim oleh staf untuk di periksa dan ditandatangani oleh atasannya untuk itu file yang dikirim harus dalam bentuk word/excel agar atasan bisa mengkoreksi langsung atau mengirim kembali surat yang harus dikoreksi oleh staf.

Menurut Satrio, masih terdapat kendala dalam Sisumaker. Belum ada SOP yang mengatur perkara teknis seperti pengecapan surat yang sudah dibarcode. Sehingga, untuk sementara dapat disepakati surat yang perlu dicap dapat dicetak lalu dipindai kembali.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Humas Balitbang Hukum dan HAM tersebut bertempat di aula Balitbang Hukum dan HAM dihadiri oleh para Peneliti dan para operator sisumaker. (*humas)

workshop sisumaker


Komentar (0)