Selasa (26/3/19), Presentasi proposal Kajian HAM “Karakteristik Narapidana Narkotika” digelar Bidang HAM di aula Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTT. Ketua Tim penulis Yunus Bureni dalam presentasinya menyapaikan bahwa arah pengkajian yang dilakukan tahun 2019 untuk mengidentifikasi pengaruh karakteristik narapidana narkotika terhadap meningkatnya jumlah narapidana di Indonesia yang nantinya berkontribusi dalam rangka pembinaan narapidana narkotika sesuai dengan tingkat risiko. Selain itu, hasil kajian ini diharapkan dapat digunakan stackeholders terkait dalam rangka pencegahan dan penindakan kejahatan narkotika serta sebagai dukungan pelaksanaan rencana aksi nasional pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika (P4GN), sesuai instruksi presiden Nomor 6 Tahun 2018.

Selanjutnya Tim Kajian HAM Kantor Wilayah turut membahas teknis pengambilan data terhadap 6 (enam) dari 18 (delapan belas) UPT Pemasyarakatan di lingkup Kantor Wilayah yang dijadikan sampel kajian. Pemilihan sampel tersebut didasarkan pada jumlah narapidana narkotika pada Lapas/Rutan di Nusa Tenggara Timur dimana hanya 12 Lapas/Rutan yang memiliki narapidana kasus narkotika, yang kemudian dibagi dalam 3 strata yaitu strata tinggi , strata sedang  dan strata rendah.

Kegiatan presentasi kajian HAM tersebut dihadiri Kepala Bidang HAM I Putu Gede Subagia, Kepala Sub Bidang Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia Gasper M. Kese, Kepala Sub Bidang Fasilitasi dan Pembentukan Produk Hukum Daerah Hempy J. Poyk dan Perancang Perundang-undangan serta JFU pada Bidang HAM.


Komentar (0)