Jakarta (10/06) - Berbagai makanan khas nusantara digelar di Aula Balitbang Hukum dan HAM. Nampak Geplak Bantul yang masih dibungkus anyaman bambu, kolang-kaling khas Betawi dan kue Mochi yang dibawa langsung dari Sukabumi. Tidak hanya kuliner pulau Jawa, berbagai kuliner dari Medan seperti manisan kedondong hingga cemilan Gula Hela dari Kupang pun tersedia. Sajian kuliner ini dibawa secara sukarela oleh para pegawai yang seminggu sebelumnya mudik ke daerah masing-masing. Makanan lalu dikumpulkan dan disantap bersama dalam Halalbihalal Balitbang Hukum dan HAM. Konsep halalbihalal yang menghadirkan makanan khas nusantara, digelar pertama kali atas usul Kepala Balitbangkumham, Asep Kurnia. “Ini untuk mengingatkan kita bahwa Indonesia terdiri dari keberagaman, bisa dilihat dari kulinernya,”jelas Asep. Dalam acara ini, Kepala Balitbangkumham berharap seluruh pegawai dapat bersilaturahmi sebelum kembali bekerja. Mengutip pesan Menteri Hukum dan HAM dalam apel pagi, momen ini menjembatani relasi antar pegawai, supaya harmonis dalam melaksanakan tugas pelayanan publik. Momentum halalbialal dirangkaikan dengan Sosialisasi Hasil Penilaian Pembangunan ZI oleh Inspektorat Jenderal. Sekretaris Balitbangkumham, Yayah Mariani, menjabarkan hasil penilaian ini. Jika ditilik dari indikator pengungkit, Balitbangkumham sudah mencapai target nilai maksimum. “Kita harus sinergi dan bekerja keras supaya penilaian indikator hasil juga maksimal,” tutur Yayah. Indikator hasil dilihat dari kualitas pelayanan publik Balitbang Hukum dan HAM. (*Humas)

halal

halal

halal

hala

halal

hala

halal

halal

halal

halal


Komentar (0)