Pelatihan Public Speaking

(03/01) Jakarta, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hukum Balitbang Hukum dan HAM menggelar pelatihan public speaking bagi peneliti sebagai lanjutan dari program Continuing Legal Education. RR Risma Indriyani, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hukum mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kapasitas peneliti dalam mensosialisasikan hasil penelitian di daerah. Selama ini peneliti hanya belajar dari pengalaman yang sudah ada. Padahal, ada teknik-teknik berbicara yang penting untuk dikuasai. Selain dihadiri oleh peneliti, kegiatan juga dihadiri oleh Kapuslitbang Pengkajian, Kapusbang Data dan Informasi serta pejabat administrator.

Pelatihan kali ini menghadirkan narasumber dari Ketua Lembaga Sertifikasi Kompetensi Master of Ceremony dan Public Speaking, Dhonie Imansari. Menurut Dhoni banyak orang yang meremehkan kemampuan berkomunikasi. Bagi kebanyakan orang, bicara adalah perkara yang mudah. Namun, membuat orang lain menyimak dan menerima informasi yang disampaikan adalah tantangan tersendiri. Paling tidak ada tiga unsur dalam komunikasi yaitu verbal, voice dan visual. Seringkali, peneliti terlalu fokus pada isi materi tapi tidak memerhatikan cara penyampainnya. Akhirnya, materi yang baik menjadi buyar akibat penyampaian yang tidak sistematis dan efektif.

Pelatihan kali ini berlangsung dengan sangat interaktif. Peserta latihan diminta memilih kalimat yang efektif dan tepat di antara tiga pilihan kalimat. Metode latihan ini ternyata menciptakan suasana diskusi yang menyegarkan dan produktif. Selama diskusi, Dhoni menekankan bahwa tidak ada bahasa yang salah, yang ada adalah bahasa yang tidak tepat. Penggunaan bahasa harus memperhatikan siapa objek penerima dan bagaimana konteks pembicaraan saat itu. Meskipun penggunaan bahasa sudah benar, tapi jika tidak sesuai dengan konteks penerima objek, jadilah penyampaian informasi tidak tepat. (Nes)*

Editor: Ernie Nurheyanti

 

Pelatihan Public Speaking
 Penelitian Public Speaking
Pelatihan Public Speaking


Komentar (0)