Jakarta (01/09) – Pandemi Covid-19 membawa dampak yang tidak bisa dielakkan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk dalam pelayanan publik yang semula bisa dilakukan secara tatap muka sekarang harus melalui daring dengan memanfaatkan teknologi informasi. Salah satu pelayanan publik yang terdampak adalah pelayanan paspor bagi warga negara. Tim Peneliti Balitbangkumham mengadakan diskusi publik tentang salah satu inovasi yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi (DITJENIM) yaitu Aplikasi Pelayanan Paspor Antrian Online (APAPO).

Peneliti Balitbangkumham, Tri Sapto Wahyudi Agung Nugroho, dalam paparannya mengatakan bahwa aplikasi yang merupakan inovasi dari DITJENIM ini sangat membantu masyarakat, bahkan secara keseluruhan dapat dinilai bahwa aplikasi ini efektif. “Berdasarkan form pertanyaan yang dibagikan, masyarakat yang menggunakan aplikasi ini menilai bahwa APAPO sangat memudahkan mereka dalam mendaftar paspor secara online, meski begitu masyarakat masih menilai bahwa jaringan internet aplikasi ini masih perlu ditingkatkan,” ujar Sapto.

Kegiatan diskusi hari ini juga menghadirkan Joko Surono, Kepala Sub Direktorat Verifikasi Dokumen Perjalanan DITJENIM sebagai narasumber. Setelah diskusi hari ini peneliti Balitbangkumham akan kembali menyempurnakan hasil penelitian mereka sebelum dibuat policy brief dan diserahkan kepada stakeholder terkait. (*Humas)


Komentar (0)