Pertemuan Ilmiah Penelitian HAM dan Meta Analisis Data “Aspek Struktural dan Kultural dalam Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dilihat dari Perspektif HAM”.

Jakarta (Kamis/22 September 2016) Kegiatan Pertemuan Ilmiah Penelitian HAM dan Meta Analisis Data dengan tema “Aspek Struktural dan Kultural dalam Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dilihat dari Perspektif HAM” diselenggarakan pada hari Kamis, 22 September 2016 bertempat di Aula utama Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM berjalan dengan lancar dan sukses. Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM, Yunaedi, Bc.IP., S.H., M.H., dengan narasumber DR. Ir. Lies Rosdianty, M.Si., Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dalam Ketenagakerjaan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI dengan dipimpin oleh moderator, Drs. Tresno, M.Si., Penyuluh Hukum pada Badan Penelitian dan Pengembangan HAM serta dihadiri oleh 15 (lima belas) stakeholders dari berbagai Kementerian, Lembaga dan Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak dalam bidang perempuan dan anak dan 25 (dua puluh lima) peserta dari internal Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM.

Pertemuan Ilmiah HAM dan Meta Analisis Data dengan tema “Aspek Struktural dan Kultural dalam Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dilihat dari Perspektif HAM” merupakan wujud kepedulian atas maraknya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak sehingga dirasa perlu dilakukannya diskusi dan pembahasan dalam suatu pertemuan ilmiah yang mempertemukan para pemangku kepentingan. Dimaksudkan untuk mengetahui data dan fakta terbaru dan guna memperoleh masukan dan solusi dari para peserta. Selain itu, diharapkan para peserta yang hadir dapat saling bersinergi guna mewujudkan upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dilihat dari perspektif HAM tanpa adanya diskriminasi dan marjinalisasi.

Diskusi berjalan dengan sangat aktif dan menarik. Hal ini dilihat dari antusiasme yang tinggi dan banyaknya informasi terbaru, saran dan masukan serta rencana akan dilakukannya kerja sama antar Kementerian/Lembaga baik Pemerintah dan Non-pemerintah serta Lembaga Swadaya Masyarakat. Seperti diungkapkan oleh Bigjen A. Kamil Razak, Staf Ahli POLRI yang turut serta memberikan tanggapan, masukan dan himbauan untuk saling bersinergi guna menemukan solusi dan jalan keluar tentang bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan guna meredam tingginya angka korban kekerasan maupun perampasan hak bagi perempuan dan anak baik meliputi upaya pencegahan hingga pemulihan. Sehingga komitmen Negara dapat dipastikan hadir dalam upaya perlindungan terhadap hak-hak perempuan dan anak sudah tidak lagi disanksikan.

Pada akhirnya kegiatan Pertemuan Ilmiah Penelitian HAM dan Meta Analisis Data dengan tema “Aspek Struktural dan Kultural dalam Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dilihat dari Perspektif HAM” diharapkan khususnya dapat dijadikan bahan masukan dan evaluasi bagi kegiatan Penelitian yang memfokuskan pada pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM dan mendatangkan manfaat bagi para pemangku kepentingan guna terus berupaya menyuarakan aksi melawan tindakan yang dapat merugikan dan mengancam keselamatan jiwa bagi perempuan dan anak Indonesia.


Komentar (0)