Aplikasi 3AS merupakan pengembangan dari aplikasi 3A yang sebelumnya digunakan untuk melakukan survei cepat penilaian Indeks Persepsi Korupsi (IPK) dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Tujuan dari aplikasi ini adalah untuk mengetahui bagaimana kualitas organisasi (satker) dalam menyelenggarakan pelayanan publik serta mencegah terjadinya korupsi.

Kepala Pusbangdatin Balitbangkumham,Aman Riyadi, menyampaikan sebelumnya saat penggunaan aplikasi 3A ditemukan beberapa kendala seperti tidak semua pengguna layanan memiliki telpon genggam yang kompatibel untuk mengisi survei dan tidak semua pengguna layanan mau mengunduh aplikasi scanner QR Code. “Selain itu sebelumnya juga tidak ada pilihan bahasa asing dalam survei, padahal banyak warga asing yang juga menjadi penerima layanan kita terutama di Imigrasi,’’ jelas Aman.

Aman menambahkan berdasarkan permasalahan di atas maka sekarang dilakukan beberapa pembaharuan diantaranya penambahan pilihan bahasa asing dalam pengisian survei serta memberikan alternatif pengisian survei melalui website. “Kedepannya aplikasi ini dikembangkan untuk mendukung Whistle Blowing System (WBS) dan membantu dalam pemilihan pegawai teladan,’’ pesan Aman.

Kegiatan Pembaharuan Aplikasi 3AS ( Survei IKM-IPK Berbasis Digital) Dibuka oleh Kepala Balitbangkumham, Sri Puguh Budi Utami dan diikuti oleh Seluruh satker di Lingkungan Kementerian Hukum dan HAM.(*Humas)

 

 

 

 

 


Komentar (1)

  • Apk simont9k

    Nah, ini yang perlu kita kembangkan lagi sangat bermanfaat memanfaatkan tekhnologi yang ada

    2021-09-03 | 19:07:59