Jakarta (29/03) - Balitbangkumham menerima kunjungan virtual Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang ingin melakukan studi tiru proses pembangunan WBBM. Dalam kunjungan ini, Balitbangkumham berbagi inovasi apa saja yang sudah dilakukan hingga berhasil mendapatkan predikat WBBM. Beberapa inovasi yang menjadi inspirasi adalah pembuatan aplikasi survei IPK/IKM yang sudah dimanfaatkan seluruh UPT di Kementerian Hukum dan HAM, serta aplikasi SIPKUMHAM yang bertujuan untuk memetakan isu hukum dan HAM seluruh Indonesia.

Sekretaris Balitbangkumham, Yayah Mariani, juga menyinggung terkait inovasi pembentukan pokja manajemen media. Pokja ini dibentuk khusus untuk mempublikasikan proses dan capaian inovasi layanan publik Balitbangkumham. Yayah mengungkapkan bahwa publikasi penting agar masyarakat tidak hanya mengetahui, tapi juga percaya pada kualitas layanan instansi. “Barangkali strategi publikasi ini juga yang bisa kami bagikan pada BSN,” jelas Yayah.

Deputi Akreditasi BSN, Donny Purnomo, menjelaskan bahwa BSN sudah mendapatkan predikat WBK pada 2021 lalu. Tentunya, upaya untuk menjadi lebih baik tidak berhenti sampai disitu. BSN melakukan benchmarking pada Balitbangkumham sebagai unit yang telah menerima predikat WBBM. “Pengalaman Balitbangkumham menjadi pelajaran juga bagi kami untuk memperbaiki diri menuju WBBM,” imbuh Donny.

Dalam studi tiru hari ini, hadir seluruh jajaran Bidang Akreditasi BSN dan para perwakilan Pokja Balitbangkumham. 

 

 


Komentar (0)