Deputi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kementerian PANRB, Muhammad Yusuf Ateh, memuji transformasi birokrasi yang dilakukan Balitbangkumham. Menurutnya, selama satu tahun ini Balitbangkumham telah membuat banyak perubahan yang progresif.

Balitbangkumham mencanangkan pembangunan Zona Integritas pada Januari 2019 lalu. Pencanganan ini diikuti dengan perbaikan layanan publik dan peningkatan pada enam indikator pengungkit.

Ateh mengatakan Balitbangkumham berhasil meruntuhkan pesimisme publik terhadap kinerja Balitbang. Menurutnya, stereotip sebagai lembaga yang sulit berkembang ini harus diubah menjadi lembaga yang menjadi sorotan. “Kita tidak boleh mengeluh ide tidak bisa jalan karena tidak ada anggaran, yang penting jalankan dulu idenya,” imbuhnya.

Ateh juga mengapresiasi aplikasi survey mandiri dengan QR Code yang digagas Balitbangkumham. Aplikasi ini telah digunakan oleh Kemenpan RB dan sedang diuji coba untuk dilakukan pengembangan.

Ateh berharap Balitbangkumham dan Kemenpan RB dapat berlanjut tahun depan. “Kita kerja harusnya seperti ini, bersama-sama, tidak mengejar kekuasaan tapi kebermanfaatan,” tuturnya. Ateh berharap aplikasi ini dapat bermanfaat langsung bagi masyarakat. Ia menuturkan telah banyak pemerintah daerah maupun satuan kerja yang menggagas aplikasi baru. Namun, menurut Ateh, tidak semuanya dimanfaatkan oleh public. “Jadi kalau mau bikin aplikasi, tidak hanya bagus, tapi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” saran Ateh. (*Humas)


Komentar (0)