Jakarta (01/12) - Dirjen Kekayaan Intelektual, Freddy Haris, meminta Balitbangkumham untuk menyusun indikator persepsi kepuasan masyarakat untuk layanan kekayaan intelektual. Bukan hanya indikator, tapi juga instrumen survei layanan. Hal ini disampaikan dalam roadshow tema penelitian Balitbangkumham tahun 2021.

 

Menurut Freddy, survei IPK/IKM yang diinisiasi Balitbangkumham sangat menarik. Meski begitu, instrumen survei belum mampu menggambarkan layanan yang spesifik kekayaan intelektual. Oleh karena itu, Freddy mengusulkan agar tahun depan Balitbangkumham dapat menyusun instrumen survei persepsi kepuasan layanan yang fokus pada layanan Ditjen KI. Ditjen KI akan fokus pada aspek-aspek yang mendapatkan nilai rendah agar dapat dilakukan perbaikan. "Kalau ternyata hasilnya 90% sangat baik ya bagus, tapi kami akan fokus pada yang 10%, kira-kira ada apa dan apa yang harus kita lakukan untuk perbaikan," jelasnya.

 

Selain instrumen survei layanan, Freddy Haris mengusulkan penelitian soal pelatihan, pengembangan dan sertifikat SDM Ditjen KI. Isu ini merupakan lanjutan dari rekomendasi penelitian Balitbangkumham 2021. Freddy Haris menyampaikan hasil riset Balitbangkumham tahun 2021 telah dimanfaatkan dan ditindaklanjuti, salah satunya tentang peningkatan kapasitas PPNS Ditjen KI. Oleh karena itu, Freddy Haris berharap Balitbangkumham dapat kembali membantu dengan melanjutkan penelitian terkait di 2021.

 

Kepala Balitbangkumham, Sri Puguh Budi Utami, berharap kerjasama yang sudah terbangun baik antara Balitbangkumham dan Ditjen KI dapat terjaga di tahun depan. (*Humas)

roadshow

roadshow ki

talkshow ki

talkshow ki


Komentar (0)