Jakarta (28/11) – Pusat Pengelolaan Data dan Informasi Penelitian Hukum dan HAM mengadakan Diskusi dan Konsultasi terkait Indexing dan Diseminasi Artikel Jurnal. Diskusi yang dihadiri oleh perwakilan dewan editor, staff Teknologi Informasi, serta pengelola Jurnal Balitbang Hukum dan HAM ini menghadirkan Muhammad Yunus dari Politeknik Negeri Jember sebagai Narasumber.


Kegiatan yang diselenggarakan secara daring tersebut merupakan bagian dalam upaya Jurnal Balitbang Hukum dan HAM menuju jurnal terakreditasi Sinta-1. Indeksasi dan diseminasi merupakan upaya untuk yang dilakukan untuk meningkatkan kredibilitas dan visibilitas jurnal ilmiah. Salah satu lembaga pengindeks internasional menengah yang kredibel yang didiskusikan dalam kegiatan hari ini adalah Directory of Open Access Journal (DOAJ). Menurut Muhammad Yunus, "Terdapat tiga hal yang seringkali menjadi alasan penolakan DOAJ. Ketiga hal tersebut adalah inkonsistensi copyright and license, jumlah penulis internal yang terlalu banyak, serta inkonsistensi penggunaan bahasa dalam website." Berdasarkan ketiga hal tersebut, kegiatan diskusi ini dilanjutkan dengan melakukan bedah jurnal secara langsung dalam rangka persiapan submission ketiga jurnal Balitbang Hukum dan HAM ke DOAJ. (Humas)

 


Komentar (0)