Jakarta (27/7) - "Aktivitas di dunia perguruan tinggi tentu sangat dekat dengan riset dan publikasi ilmiah. Riset dan publikasi ilmiah merupakan rangkaian aktivitas dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan. Namun demikian, dalam melakukan riset dan publikasi ilmiah, masih terdapat kendala, baik dari sisi teknik (seperti keterbatasan waktu dan biaya) maupun substansi (seperti kurangnya referensi maupun kurangnya kemampuan dalam menulis laporan ilmiah dan mempublikasikannya di jurnal ilmiah)," ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), pada kegiatan Sosialisasi dan Promosi Media Publikasi Ilmiah Balitbang Hukum dan HAM hari ini.

Kepala Balitbang Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami, juga menambahkan bahwa Dunia akademik tentu tidak terlepas dari kegiatan riset dan publikasi ilmiah. " Di awal kegiatan riset, tentu diperlukan referensi-referensi serupa dari riset-riset sebelumnya. Seperti dikatakan oleh Arthur Bloch (seorang penulis dari Amerika Serikat), ”Enough research will tend to support your conclusions.” (Riset yang cukup akan cenderung mendukung kesimpulan Anda).
Setelah riset selesai, maka perlu dilakukan publikasi ilmiah untuk mengkomunikasikan hasil-hasil riset dan mendapatkan umpan balik dari berbagai pihak yang telah membaca hasil riset kita," Ujar Utami.

Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber yaitu Bp. Dr. Iqrak Sulhin M.Si. (Departeman Kriminologi FISIP UI), dan Ibu Lintang Suryaningtyas, S.H., LL.M. (Dosen pada Univ. Ahmad Yani dan Fak. Hukum Universitas Atmajaya) dan diikuti oleh lebih dari 1.000 taruna dan taruni dari Politeknik Ilmu Pemasyarakat dan Politeknik Ilmu Imigrasi. (*Humas)

 

 


Komentar (0)