Jakarta (26/04) – Menjelang Hari Bakti Pemasyarakatan yang jatuh pada tanggal 27 April mendatang, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mengadakan Syukuran Menuju Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-58 sore ini. Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, berpesan bahwa Pemasyarakatan harus mampu bertransformasi menjadi institusi yang mampu menciptakan manusia yang berketerampilan dan memiliki produktivitas tinggi sehingga sudah siap untuk berkompetisi, baik di level nasional maupun global. Jangan sampai kembalinya narapidana di tengah masyarakat tidak dibarengi dengan upaya peningkatan kesejahteraannya. Tentu akan berpotensi besar terjadinya residivisme karena ketidakmampuannya untuk bersaing di tengah masyarakat. “Pemasyarakatan harus mampu menjembatani para narapidana dengan lingkungan sosialnya. Sudah saatnya program pemberdayaan masyarakat ditingkatkan. Upaya promosi sebelum para narapidana ini benar-benar terjun ke masyarakat juga perlu dioptimalkan,” ujar Yasonna.

 

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga, mengatakan bahwa capaian pemasyarakatan hingga hari ini merupakan kerjasama antara yang luar biasa dari berbagai pihak, dan harapannya kedepan kerjasama ini akan terus terjalin dengan baik. “Capaian Pemasyarakatan hingga hari ini tidak terlepas dari bantuan, dukungan, dan kerja sama yang baik dari masyarakat, stakeholder, dan mitra kerja Pemasyarakatan,” tutur Reynhard.

 

Acara yang dihadiri oleh Kepala Balitbangkumham, Dr. Sri Puguh Budi Utami dan Sekretaris Balitbangkumham, Yayah Mariani ini turut menampilkan Prison Art Show hasil karya dan tari kreasi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Disampaikan pula omset penjualan program One Day, One Prison’s Product dan pengundian doorprize bagi pembeli dalam program tersebut terhitung tanggal 23 Maret-22 April 2022. Program ini sukses mengenalkan dan pemasarkan produk hasil karya WBP kepada masyarakat serta mengajak masyarakat berpartisipasi dalam peringatan HBP Ke-58 sekaligus memberikan tambahan premi bagi WBP dan Penerimaan Negara Bukan Pajak dari hasil penjualan produk WBP. (*Humas)

 

 

 

 


Komentar (0)