Ikatan Peneliti Hukum Indonesia (IPHI) sebagai wadah bagi peneliti hukum Indonesia, sesuai dengan dasar pendirian organisasi memiliki tanggung jawab menyelenggarakan kegiatan-kegiatan ilmiah sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas peneliti hukum. Salah satu bentuk pemenuhan tanggung jawab tersebut adalah IPHI pada tahun 2020 akan menyelenggarakan Konferensi Internasional Hukum yang akan menjadi kegiatan tahunan yang terbuka, dapat diikuti oleh seluruh akademisi hukum di Indonesia, bahkan dunia. Dalam penyelenggaraan Konferensi Internasional Hukum 2020, IPHI akan bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia (Balitbangkumham) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Balitbangkumham telah menyelenggarakan Pertemuan Ilmiah tingkat nasional pada tahun 2019, dan pada tahun 2020 ini IPHI dan Balitbangkumham mendorong terselenggaranya pertemuan ilmiah tingkat internasional yang tentunya akan menjadi sebuah program unggulan Kementerian yang memiliki manfaat sangat besar bagi perkembangan penelitian hukum di Indonesia. 

 

Penyelenggaraan Konferensi Internasional Hukum 2020 akan menghasilkan output yang bermanfaat bagi organisasi IPHI, Balitbangkumham, serta memberikan manfaat juga kepada para peserta konferensi internasional. Hasil dari konferensi tersebut adalah publikasi pada jurnal ilmiah yang terakreditasi global dan publikasi dalam prosiding yang akan terindeks global. Terkait publikasi yang akan terindeks global, perlu dijajaki kerja sama publikasi dengan lembaga yang sudah pernah menyelenggarakan konferensi internasional, agar hasil dari konferensi akan benar-benar bermanfaat ke depannya.

Ketua IPHI Ahyar Ari Gayo menyampaikan bahwa selain bekerja sama dengan Balitbangkumham, dalam penyelenggaraan Konferensi Internasional Hukum 2020 juga perlu bekerja sama dengan lembaga-lembaga publikasi ilmiah yang memiliki reputasi internasional. Meningat konferensi ini merupakan event kelas internasional, maka persiapannya perlu diperhatikan pada hal-hal yang detil. Sebagai contoh, mengenai proses indeks publikasi hasil konferensi, narasumber utama dalam konferensi, dan peserta konferensi dari negara lain.


Komentar (0)