Dalam konteks Balitbangkumham, Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dapat diartikan sebagai kontribusi pada perbaikan tata kelola pemerintahan. Hal ini disampaikan Inspektur Ombudsman, Marsetiono, dalam Pencanangan Zona Integritas Pejabat Balitbangkumham hari ini. “Meski tidak melayani masyarakat langsung, tapi kontribusi Balitbang untuk memperbaiki tata kelola Kemenkumham itu penting dan dibutuhkan,” jelas Marsetiono.

Perbaikan tata kelola bisa dilakukan dengan melakukan penelitian yang mendukung prioritas kebijakan pemerintah. Menurut Marsetiono, aplikasi survei yang digagas Balitbangkumham adalah wujud kontribusi pada perbaikan tata kelola ini. “Aplikasinya bagus, kami bisa ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) dari sini,” ungkapnya.

Pencanangan Zona Integritas diikuti oleh seluruh pejabat struktural dan pejabat fungsional Balitbangkumham. Dalam Deklarasi Kinerja yang dicanangkan hari ini, seluruh pegawai berjanji untuk menjadi role model dan memberikan kinerja terbaik bagi organisasi. Pegawai juga berjanji untuk memberikan kinerja terbaik dalam membangun Zona Integritas WBK/ WBBM.

Bukan hanya membacakan deklarasi kinerja, Balitbangkumham juga memberikan penghargaan bagi pegawai teladan Triwulan I 2020. Pegawai teladan yang terpilih periode ini adalah Suharyo, peneliti utama Balitbangkumham. Sebelumnya, Suharyo pernah mengetuai penelitian tentang kompetensi profesi notaris.

Seluruh rangkaian kegiatan hari ini dihadiri Koordinator Stranas PK (KPK) Herda Helmijaya. (*Humas)

 

PENCANANGAN ZI

pencanangan

wbk


Komentar (0)