Jakarta(21/01)- Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) merupakan predikat yang diberikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Refomasi Birokrasi (Kementerian PAN dan RB) kepada unit kerja di instansi pemerintah sekurang-kurangnya eselon III yang menyelenggarakan fungsi pelayanan artinya unit terkait sudah berkomitmen dan menjamin layanannya memuaskan dan bersih dari korupsi. Pembangunan Zona Integritas (ZI) dianggap sebagai role model Reformasi Birokrasi dalam penegakan integritas dan pelayanan berkualitas. Dengan demikian, pembangunan ZI menjadi aspek penting dalam hal pencegahan korupsi di pemerintahan. Meraih predikat WBK pada tahun 2019 dan predikat WBBM pada tahun 2021 dari KemenpanRB, membuat Balitbang Hukum dan HAM bertekad untuk tumbuh dan bergerak dalam memberikan pelayanan yang prima. Tak berhenti disitu, Balitbang Hukum dan HAM juga ingin terus berperan sebagai  pemicu atau sebagai trigger bagi instansi lainnya dalam proses penerapan Zona Integritas WBK/WBBM.

Dalam mewujudkan hal tersebut, Kepala Balitbang Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami yang didampingi Sekretaris Balitbangkumham,Yayah Mariani serta pimpinan pratama dan anggota Tim pokja WBK/WBBM Balitbang Hukum dan HAM menerima kunjungan studi tiru secara langsung dan daring dari Pusat Keuangan Umum Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kementerian Keuangan terkait Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani pada jumat pagi ini.

Dalam sambutannya, Utami menyampaikan apresiasi dan ungkapan terima kasih untuk mempercayai Balitbangkumham dalam kegiatan studi tiru BPPK  menuju Zona Integritas Wilayah Bersih dan melayani. Utami berpesan dalam kegiatan Studi Tiru ini agar kita bisa membuat pelayanan publik yang memberikan dampak penting kepada masyarakat. " Balitbangkumham demi menyebarkan informasi terkait hasil penelitian serta sekaligus membahas mengenai isu aktual Hukum membuat pelayanan publik OPini (Obrolan Peneliti) yang menghadirkan narasumber terpecaya dari berbagai professional dan dapat diikuti masyarakat secara daring sehingga masyarakat much mengikutinya, " Pesan Utami.

Terakhir, Utami berpesan agar kita harus selalu menanamkan budaya kerja Bersih, sinergi, inovatif dan productive agar dapat membuat organisasi menjadi lebih baik dan maju sehingga masyarakat puas akan pelayanan kita. Kegiatan Studi tiru ini dihadiri langsung oleh Kepala Pusdiklat Keuangan Umum BPPK, Heni Kartikawati beserta anggota pokja WBK dan WBBM, dalam kegiatan ini seluruh Tim pokja BPPK tidak membuang kesempatan dalam studi tiru ini untuk menggali lebih jauh pembangunan ZI di Balitbangkumham dalam penegakan integritas dan pemberian pelayanan yang berkualitas. (Humas)


Komentar (0)