Jakarta (04/10) – “Tranparansi dan Akuntabilitas ketika dibarengi dengan integritas yang baik maka akan terwujud fungsi layanan publik yang berkonsepkan WBK dan WBBM, Dengan integritas, maka akan menghasilkan kesadaran hukum yang otonom bukan heteronom. Dengan integritas, maka kita akan sadar hukum tanpa adanya dorongan dari luar dan dilakukan dari dalam hati nurani,” ujar Edward O.S. Hiariej, Wakil Menteri Hukum dan HAM, pada pembukaan Seminar Lokakarya dalam rangka memperingati Hari Dharma Karyadhika, hari ini.

Dalam seminar tersebut, Inspektur Jenderal Kemenkumham, Razilu, mengatakan bahwa pentingnya sikap optimis dalam menjalankan setiap tindakan. “Sikap optimis merupakan energi yang mampu menyatukan segala potensi untuk melakukan tindakan nyata meraih meraih keberhasilan. Pastikan Anda menjadi insan yang optimis, terutama untuk mewujudkan unit kerja yang bebas dari korupsi dan bersih melayani. Tim Penilai Internal sudah melakukan monitoring dan penguatan kepada 477 satuan kerja, untuk itu saya harap apa yang sudah direkomendasikan oleh Tim Penilai Internal benar-benar ditindaklanjuti sebagai persiapan menghadapi rangkaian penilaian olej Tim Penilai Nasional,” ujar Razilu.

Kegiatan seminar lokakarya dalam rangka Hari Dharma Karyadhika ini diikuti oleh Sekretaris Balitbang Hukum dan HAM secara langsung dan diikuti secara daring oleh seluruh satuan kerja di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM di seluruh Indonesia. (*Humas)


Komentar (0)