"MANFAAT..?" MEROKOK

Drs. Tresno, M.Si.
Penyuluh Hukum Madya, pada Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM
photo google.com


Tidak sedikit jumlah orang yang merokok, menghabiskan waktunya, dan merogoh sakunya untuk membeli rokok.  Wahai kaum perokok,  pernahkan Anda bertanya kepada diri Anda sendiri tentang apa keuntungan manfaat dari merokok tersebut.  Siapa yang tidak kenal dengan rokok ini. Rokok seolah  telah menyatu dalam kehidupan sebagian dari umat manusia ini. Berbagai kalangan mulai orang awam, kaum terpelajar, pegawai, petani,  miskin atau kaya, pedesaan atau kota , pria bahkan wanita, priyai atau kiayi.

Ada diantara para perokok tersebut mereka mengatakan sanggup untuk tidak makan berjam-jam, akan tetapi tidak sanggup untuk tidak merokok walaupun hanya satu jam. Bahkan mengatakan  tidak punya uang untuk belanja istrinya atau buat jajan anaknya akan tetapi sanggup untuk membeli rokok.

Jika Anda jujur sebenarnya rokok tidak ada manfaatnya sama sekali, kecuali hanya mengikuti hawa nafsu Anda saja. Biasanya perokok selalu mencari-cari  alasan pembenaran bahwa merokok mempunyai banyak manfaat antara lain : banyak teman, dengan merokok bisa konsentrasi, dengan merokok menjadi tenang, atau alasan-alasan lain yang sebenarnya alasan tersebut hanyalah alasan yang  tanpa dasar. Alasan lain merokok bisa memperpanjang umur, bahkan ada yang mengatakan bahwa kalau rokok bahaya kenapa ada  dokter yang merokok. Jika itu alasan Anda, maka silakan dokter yang perokok tersebut untuk memberikan resep kepada pasiennya untuk mengobati sakitnya dengan merokok.

Tulisan ini tidak bermaksud untuk membenci Anda yang memang perokok, juga tidak mengharuskan Anda yang masih sebagai perokok untuk berhenti dari merokok,  karena ini adalah hak Anda. Tulisan ini mengajak kepada kita semua terutama perokok untuk berlaku jujur pada diri sendiri dan tidak hanya memikirkan kesenangan dirinya sendiri. Hidup ini  tidak sendiri akan tetapi ada orang-orang yang ada di sekeliling kita yang harus kita pikirkan dan perlakukan sebagaimana mestinya.  Mungkin orang-orang di sekitar kita bukan perokok, maka itu juga harus Anda perhitungkan dan hormati. Anda mungkin beralasan bahwa merokok adalah hak Anda, akan tetapi lagi-lagi Anda pada saat yang sama harus menghortmati hak orang lain juga.

 Mungkin Anda akan mengatakan bahwa saya merokok di tempat yang memang disediakan untuk itu. Silakan..! akan tetapi kalau kita kembali pada judul tulisan ini tentang manfaat rokok, Anda masih belum jujur bahwa sebenarnya merokok tidak ada manfaatnya.

Sedikit pengetahuan penulis dari  sisi syariat terutama Islam bahwa  Islam melarang   untuk menghambur-hamburkan harta  yang tidak ada manfaatnya. (mubazir). Ingatlah bahwa di hari akhirat nanti kita akan ditanya untuk mempertanggungjawabkan harta yang kita miliki. Salah satu pertanyaan tersebut  adalah harta yang kita miliki didapat dari mana, kemudian dibelanjakan untuk apa. Tentu yang akan selamat adalah orang-orang yang memiliki harta yang diperolehnya dari jalan yang diridhoi oleh Allah, dan dibelanjakan di jalan Allah, bukan untuk pemborosan seperti membeli rokok.  Apabila Anda para perokok yakin  bahwa setelah kehidupan di dunia ini akan ada kehidupan yang abadi (akhirat), dimana kondisinya  ditentukan oleh amalan dan perbuatan di dunia ini, maka saatnya Anda  memanfaatkan waktu  dan harta yang Anda miliki  untuk hal-hal yang diridhoi oleh  Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman dalam  surat Al Isra’ (17): 27 yang artinya: Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya. Apakah kita masih ragu bahwa merokok adalah perbuatan pemborosan  dan menyia-nyiakan harta yang diberikan oleh Tuhan kepada kita. Apa yang Anda dapatkan dari tindakan ini kecuali ketenangan sesaat, terbuangnya waktu dan uang secara sia-sia. Untuk mencari ketenangan  bukankah Islam telah memerintahkan bagi pemeluknya  mencari ketenangan melalui dzikir dan shalat serta membaca Al Qur’an?

Pemborosan tersebut dapat ilustrasikan, bagaimana jika ada seseorang (saudara kita atau teman kita, atau  tetangga kita)  yang setiap harinya rutin membakar uang miliknya, dan sudah berlangsung bertahun-tahun. Mungkin komentar yang ada macam-macam yang pasti komentar pada umumnya mengatakan itu adalah perbuatan atau tindakan yang mubazir/sia-sia. Bukankah merokok juga demikian yaitu membakar uang. Pernakah Anda menghitung berapa anggaran Anda untuk membeli rokok dalam satu hari, satu bulan, satu tahun, terus sudah berapa tahun Anda merokok.

Siapa pun yang mau jujur, kalau ditanya apakah rokok termasuk sesuatu yang baik atau tidak, pasti mereka menjawab tidak baik bahkan rokok adalah sesuatu yang buruk. Buruknya rokok juga  bisa dilihat dari adanya larangan merokok di sana-sini, seperti di tempat umum, gedung-gedung perkantoran, gedung pertemuan, hotel, sekolahan serta tempat-tempat ibadah ,apalagi di tempat-tempat yang harus terbebas dari sesuatu yang mengganggu seperti rumah sakit. Ini semua adalah bukti bahwa asap rokok membahayakan kehidupan.

Buruknya asap rokok tersebut terbukti bahwa tidak ada dokter yang perokok yang menyarankan pasiennya merokok, jarang juga orang tua yang perokok yang mengajari anak-anaknya agar pandai merokok seperti dirinya.

Dalam surat Al Baqarah (2): 195  Allah Ta’ala“ berfirman yang artinya  Dan infakanlah hartamu di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Bukankah anggaran untuk membeli rokok diinfakan sehingga akan mendapatkan manfaat yang abadi. Tidak diragukan lagi bahwa rokok dapat menyebabkan kerusakan atau kebinasaan, hal ini dapat kita amati peringatan yang tertera di bungkus rokok, di sana tertulis bahwa “Merokok Membunuhmu”,Merokok Dekat Anak Membahayakan Bagi Mereka”, Merokok Sebabkan Kanker Mulut” dan masih banyak lagi peringatan yang tertera di dalam bungkus rokok dan disertai dengan gambar sesuai dengan bunyi peringatan tersebut.

Peringatan sebagaimana di dalam bungkus rokok tersebut pasti bukanlah hanya sekedar peringatan yang tanpa dasar. Para ahli telah menegaskan betapa bahayanya rokok bagi penghisapnya dan orang di sekitarnya, cepat atau lambat. Mungkin dahulu  dengan keterbatasan pengetahuan para ahli tersebut ada yang mengatakan bahaya rokok hanya ini dan itu. Pengetahuan dan teknologi saat ini sudah berkembang  maju, maka rahasia yang dahulu tertutup menjadi terbuka, racun yang dahulunya tersembunyi sekarang diketahui. Masalahnya, adakah kesadaran dalam diri kita untuk merubah kebiasaan yang sudah kecanduan rokok tersebut? Lalu apakah para perokok menutup mata atau pura-pura dengan membeli sesuatu yang jelas-jelas disepakati tentang bahayanya?

Sekali pun tidak jelas bahayanya terhadap kesehatan, tetapi yang jelas hal itu termasuk membuang uang untuk yang tidak bermanfaat, baik dari sisi  agama atau urusan dunia. Sesungguhnya manfaat rokok hanyalah klaim dan pembelaan dari dari perokok belaka tanpa ditunjang bukti-bukti. Oleh karenanya di dalam agama mencegah kerusakan/bahaya lebih didahulukan daripada mengambil manfaat. Makanya kita mendahulukan mecegah diri kita dari bahaya rokok dengan tidak merokok dari pada mengambil manfaat menkonsumsi rokok yang  manfaatnya yang sebenarnya tidak ada. Selagi belum terlambat bersegeralah menuju  kebenaran adalah lebih utama dari pada berlama-lama dalam kesalahan.


Komentar (1)

  • Nasrufahmi

    Thanks infonya

    2022-05-09 | 20:39:07