Jakarta (20/7) - Peneliti dituntut untuk mengumpulkan data secara ilmiah. Data yang dihasilkan harus rasional, empiris dan sistematis. “Itu kenapa penting sekali menguasai metode penelitian,” pesan Dosen Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara, Dr. Zahara Tussoleha Rony. Hari ini, Zahara melanjutkan rangkaian kegiatan penguatan kompetensi peneliti dengan tema “Peningkatan Kualitas Hasil Penelitian melalui Metode Penelitian Kuantitatif”.

Zahara menyampaikan, dalam mengolah data secara ilmiah, sumber data harus valid, realibel dan objektif. Dalam penelitian kuantitatif, penting untuk terlebih dahulu menentukan variabel, populasi, dan jumlah sampel sebelum melakukan penelitian. Setelah itu baru menentukan teknik pengambilan sampling apakah random sampling, snowball sampling atau purposive sampling. “Hal-hal ini yang nanti punya pengaruh besar pada validitas dan keakuratan data,” terangnya.

Zahara lalu mengingatkan, sebelum sampai di penentuan metode penelitian, tahap paling awal yang harus dilakukan peneliti adalah mengetahui apa yang ingin dijawab dari penelitian. Ia lalu menyinggung kegunaan dari penelitian yaitu untuk memahami masalah, memecahkan masalah atau menciptakan kemajuan. “Peneliti harus menentukan dulu tujuan dari penelitian ini untuk apa, pertanyaan apa yang mau dijawab, baru setelah itu tentukan metode penelitiannya,” jelas Zahara.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh pegawai Balitbang Hukum dan HAM ini diselenggarakan secara semi daring. Pegawai yang bertugas di kantor menyimak materi dari aula dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, sementara lainnya via Zoom Meeting. Kepala Balitbangkumham, Sri Puguh Budi Utami, berharap seluruh pegawai terutama peneliti dapat memanfaatkan acara ini untuk menimba ilmu baru. ”Mari kita kosongkan gelas kita untuk dapat menerima materi hari ini,’’ pesannya. (*Humas)

 

 


Komentar (0)