Jakarta (12/03) - "Penelitian yang benar menghasilkan kebijakan yang benar," ujar Yasonna dalam pertemuan dengan pimpinan tinggi Balitbangkumham. Yasonna menyampaikan penelitian ilmiah di era 4.0 sangatlah penting sebagai dasar pembuatan kebijakan. Menurutnya ini salah satu alasan mengapa Presiden sampai mengamanatkan pembentukan lembaga negara yang khusus menangani riset (Badan Riset Inovasi Nasional –red).

Dalam pertemuan ini, Yasonna mengapresiasi penelitian yang dihasilkan Balitbangkumham. Salah satunya terkait hasil survei IPK/ IKM yang telah dilakukan. Yasonna mendukung penyempurnaan aplikasi survei 3A terutama dalam hal penambahan bahasa asing dan istilah yang mudah dipahami masyarakat. Menurutnya ini penting untuk menjaring pendapat WNA terhadap pelayanan publik Kemenkumham. "Kalau orang asing yang terbiasa dengan pelayanan baik di negaranya menilai sangat baik terhadap kita, berarti pelayanan kita luar biasa," terang Yasonna.

Yasonna juga mengapresiasi penelitan karakteristik narapidana kasus narkotika yang mempunyai kekayaan data. Yasonna berpendapat dari data awal, masih banyak penelitian yang bisa dikembangkan untuk pengembangan kebijakan di Pemasyarakatan. "Penelitian narapidana narkotika ini bisa sangat komprehensif, mengingat masalah narkotika di lapas itu menjadi sorotan," jelas Yasonna.

Sebelumnya para pimpinan tinggi telah memaparkan Rencana Kerja Balitbangkumham diantaranya tindak lanjut survei IPK IKM, wacana renovasi gedung, serta terkait upaya rehabilitasi penyalahgunaan narkotika model pemasyarakatan yang nantinya akan dibuatkan Peraturan Menteri dalam penerapannya. (*Humas)


Komentar (0)