Bogor (21/07)-  “Pelaksanaan Reformasi Birokrasi jangan hanya mengejar angka atau nilai survei yang baik, tapi bagaimana hasil survei dapat menjadi alat untuk merubah mindset dari dilayani menjadi melayani!,” terang Agus Uji Hantara, Asdep Pengelolaan Pengaduan Aparatur dan Masyarakat Kemenpan RB.

Agus menambahkan, hasil survei juga harus bisa menggali informasi secara detail kekurangan apa yang harus diperbaiki dalam upaya perbaikan dalam pelayanan kepada masyarakat. Beliau berpendapat bahwa kedepan survei harus bisa menjadi dasar budaya perbaikan diri sekaligus dasar dalam pembuatan kebijakan.

Agus juga mengingatkan faktor penting dalam pelaksanaan survei adalah persepsi dari yang dilayani. Persepsi tidak muncul serta merta tapi dipengaruhi dari perilaku yang melayani sehingga yang dilayani terbiasa menerima pelayanan baik.“Jika ada hasil yang kurang kita harus mendengar untuk perbaikan,” terang Agus.

Agus berharap agar aplikasi survei 3A terus dikembangkan. Beberapa catatan diberikan seperti pengembangan sistem atau metodologinya sehingga sama dengan pihak eksternal. Selain itu, kajian dan analisis tren hasil dari pelaksanaan survei hasilnya harus makin valid. Mitigasi resiko dari aplikasi juga harus dikembangkan. Terakhir, Agus menyebutkan harus ada perbaikan  kuisioner secara berkala.

Beliau sangat mengapresiasi aplikasi 3A terutama di era new normal dimana metode survei manual sangat sulit dilakukan. “Survei ini menjadi pilihan utama dalam kondisi pandemi saat ini, pastinya survei manual akan sangat sulit dilakukan,” terangnya.

Menanggapi pendapat tersebut, Kepala Pusjianbang Kebijakan, Aman Riyadi menggambarkan pengembangan yang sedang dikerjakan tim saat ini. “Kebetulan menyambung pernyataan bapak terkait analisis tren hasil survei, kami saat ini sedang melaksanakan analisis hasil survei satker di masing- masing provinsi,” terangnya. Hasil analisis tersebut akan diberi catatan berupa hipotesa sementara untuk dijadikan dasar tim turun kelapangan. Aman menjelaskan bahwa sementara ini pengolahan data dilakukan secara manual. “Kedepan pengolahan data secara automatis menjadi target pengembangan kami,” terangnya.

Kegiatan diskusi yang juga rangkaian kegiatan konsinyering penyusunan laporan monitoring survei IPK dan IKM ini juga dihadiri tim dari Kemenpan RB yang dipimpin bapak Canggih Hangga Wicaksono. Tim IPK/IKM juga membahas  rencana kerja sama pengembangan aplikasi bersama antara Kemenpan RB dan Kemenkumham. (humas)


Komentar (0)