Jakarta (22/7) - Narkoba masih menjadi musuh besar bangsa Indonesia hingga sekarang, tak terkecuali di lingkungan pemerintahan. Presiden Jokowi pernah berpesan dalam pidatonya bahwa penyakit ini dapat menurunkan kualitas SDM Indonesia. Untuk mengantisipasi penyalahgunaan dan peredaran narkoba, Balitbangkumham menggelar sosialisasi yang diikuti seluruh pegawai. 

Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Presekutor Narkotika (P4GN) diadakan bekerjasama dengan BNN. Hendrajid Putut Widagoo, Kasudit Masyarakat Pedesaan Direktorat Pemberdayaan Alternatif BNN, menjelaskan berbagai tantangan yang harus dihadapi bangsa akibat narkoba. “Visi Indonesia 2025 adalah Indonesia yang mandiri,maju, adil dan makmur, dan salah satu hambatan terbesar adalah narkoba ,’’ tegasnya. 

Hendrajib menyampaikan bahwa terdapat banyak faktor pemicu seseorang memakai narkoba, salah satunya stress dan beban kerja berlebihan. “Jam kerja yang panjang, kerja shift hingga malam, keamanan kerja yang kurang serta pekerjaan yang membosankan juga merupakan faktor penyebab,’’ imbuh Hendrajib.

 Oleh karena itu, menurutnya, perlu bagi kantor untuk melakukan kegiatan rekreasional seperti ini. “Bisa sepeda sehat, family day atau kegiatan santai untuk mencegah timbulnya faktor pemakaian narkoba,” saran Hendrajib. Ia juga meminta agar instansi-instansi melakukan tes acak dan general check up setahun sekali untuk memeriksa pegawainya.

Kegiatan ini diikuti seluruh pegawai Balitbangkumham secara daring. Kepala Balitbangkumham, Sri Puguh Budi Utami, berharap seluruh pegawai dapat memahami dan menkomunikasikan ke keluarga dan sekitarnya mengenai bahaya narkoba. (*Humas)

narkoba

narkotika

 


Komentar (0)