Jakarta (03/03) – Pembimbing Kemasyarakatan (PK) memiliki peran penting dalam 3 aspek Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan seperti yang diatur dalam Permenkumham Nomor 35 Tahun 2018 pasal 3. Tiga aspek yang dimaksud adalah pelayanan tahanan, pembinaan narapidana, dan pembimbingan klien. Namun dalam kenyataannya peran PK masih belum optimal akibat dari jumlah PK yang masih kurang.

Dari aspek Pengelolaan Barang sitaan (Basan) maupun Barang Rampasan Negara (Baran) masih sering di temukan benda-benda tidak bertuan. Berakibat penurunan nilai serta banyak SDM yang belum kompeten atau memiliki keahlian yang merawat dan menilai barang.

Peneliti Balitbangkumham, Yuliyanto, menyebutkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari srategi dalam mengoptimalkan implementasi Permenkumham Nomor 35 Tahun 2018 tentang Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan. “Jika Optimalisasi Revitalisasi Penyelenggara Pemasyarakatan berhasil akan membantu mengatasi permasalahan pemasyarakatan terutama di pada masalah Overcapacity di lapas,’’ pesan Yuliyanto.

Proposal Penelitian Implementasi Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomer 35 Tahun 2018 tentang Revitalisasi Pelenggaraan Pemasyarakatan juga menghadirkan narasumber lain yaitu M. Ali Aranoval, Dari Center For Detention dan Bapak Drs. Dindin Sudirman Akademi Pemerhati Pemasyarakatan. Setelah selesai kegiatan tim peneliti akan melakukan revisi proposal sebelum akhirnya turun lapangan untuk melakukan penelitian. (*Humas)

 

 


Komentar (0)