Jakarta (24/06)- Opini ( Obrolan Peneliti) Balitbang Hukum dan HAM seri 13 dengan tema Pancasila Sebagai Way Of life : Antara Teks dan Konteks merupakan salah satu bentuk strategi Balitbangkumham untuk mencerdaskan bangsa agar Pancasila mudah dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. ’’Saat ini banyak masyarakat Indonesia yang tidak mengenal sila-sila pancasila, mereka lebih mengenal nama-nama idola dan artis sedangkan bagaimana pancasila bisa dipahami jika sila-silanya saja tidak diketahui. Karena itu Baltbangkumham mengadakan kegiatan opini ini untuk membantu membumikan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila.’’ Jelas Kepala Balitbangkumham, Sri Puguh Budi Utami.

Sekretaris Utama BPIP, Dr Karjono yang menjadi narasumber pertama menyampaikan Pancasila itu tidak anti Agama, sebab secara historis dalam pembentukan Pancasila di BPUPKI banyak Tokoh Agama dari kalangan NU, Muhammadiyah, serta pancasila tidak secara Islami saja, tetapi juga mengakomodir Agama-agama lokal,’’ Kemudian dalam pancasila kita harus menghargai keberagaman suku dan bangsa, seperti contohnha pembangunan Infrasturktur yang merata dan harga bensin di jawa dan di Papua harganya sama .’’ jelas Karjono

Sementara itu Anggota Komisi III DPR RI, Bapak Drs. M. Nurdin yang hadir sebagai narasumber menyampaikan mengenai pembinaan pancasila perlu terus dilakukan sebab Pancasila sebagai dasar negara dan Ideologi bangsa perlu dikuatkan terus menerus melalui kebijakan negara yang tidak rejiminal." Artinya, pembinaan ideologi Pancasila bukan sedar kebijakan rezim pemerintahan tertentu, melainkan kebijakan negara, baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif,’’ jelas Nurdin.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber lain Bapak Horison Citrawan, Peneliti Balitbangkumham, Prof. Nurhasan Ismail dari UGM dan ibu Mirra Tayyiba Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo serta di moderator oleh Jemmy Darusman dari stasiun TV Indosiar. Peserta yang mendaftar kegiatan ini sebanyak 1074 peserta dan dihadiri oleh 740 peserta yang terdiri dari Praktisi, akademisi dan masyarakat umum dari seluruh Indonesia

 


Komentar (0)