Jakarta (16/02) – ‘’Pembimbing Kemasyarakatan (PK) penting dalam mendukung revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan, sebab PK memiliki fungsi pembinaan dan pembimbingan tahanan untuk menjadikan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menjadi warga negara yang baik dan benar,’’ Jelas Imam Lukito , Peneliti Balitbangkumham yang menjadi narasumber dalam kegiatan Obrolan Peneliti di Kanwil Sumsel pagi ini.

Fungsi pembinaan dan pembimbingan PK diatur dalam Pasal 3 UU Pemasyarakatan. Dijelaskan bahawa PK dapat mendorong (WBP) menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan dapat berperan aktif dalam pembangunan serta kembali menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab.

Sependapat dengan Imam , Narasumber yang merupakan Rektor Universitas Taman Siswa Palembang , Dr. Azwar Agus, SH., MHum juga setuju pentingnya pembinaan dan pembimbingan oleh PK. Karena banyak sekali WBP yang saat ditahan malah mendapatkan pengaruh buruk dari teman satu selnya, sehingga saat keluar mereka malah kembali melakukan kejahatan dan ujung-ujungnya ketangkap lagi dan masuk penjara. ‘’Kita mengharapkan para WBP di Lapas dapat berubah menjadi lebih baik ,jangan sampai mereka bukannya bertobat malah makin menjadi. Disinilah peran PK menjadi krusial untuk membuat mereka lebih baik dengan mengarahkan dan membimbing mereka,’’ pesan Azwar.

Diskusi hasil penelitian mengenai Optimalisasi Peran Pembimbing Kemasyarakatan Dalam Rangka Mendukung Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan merupakan rangkaian diskusi Opini yang dilaksanakan bekerja sama dengan Kanwil dan sudah dimulai sejak bulan Februari awal. Opini kali ini diselenggarakan di Kanwil Sumatra Selatan dan turut menghadirkan narasumber lain yaitu Kepala Bapas Kelas I Palembang, Sudirwan, SH (*Humas)


Komentar (0)