Jakarta (2/10).Kemajuan teknologi telah membawa dunia pada era ‘mediakrasi’ dimana masyarakat dikuasai oleh media. Dibutuhkan kebijaksanaan tiap individu agar tidak menelan mentah-mentah.

Kementerian Hukum dan HAM mengajak seluruh pegawai untuk bijak dalam bermedia sosial. Ajakan ini disampaikan lewat Ceramah Keagamaan di Masjid Kementerian Hukum dan HAM hari ini. Ustadz Muhammad Zulfikarullah sebagai narasumber menghimbau seluruh pegawai untuk berhati-hati.

“Sekarang ini propaganda disebut pengetahuan, gosip disebut berita. Jadi kita semua harus bijaksana menanggapinya,” tukas Zulfikar.

Kondisi tersebut menurutnya membuat masyarakat seringkali tidak menggunakan logika yang kritis dalam mengkonsumsi media. Dari perspektif Islam, media sosial adalah pisau bermata dua, satu sisi bisa menjadi ibadah, di sisi lain mubah atau bahkan maksiat.

“Jika medsos digunakan untuk berkata yang tidak sopan itu berarti mubah,” ujarnya.

Indonesia belakangan ini harus menghadapi berbagai tantangan yang diakibatkan beredarnya berita palsu atau hoax. Beberapa berujung kerusuhan dan bahkan konflik yang berkepanjangan. Pemerintah berupaya memperbaikinya dengan berbagai langkah preventif salah satunya dengan pendekatan agama. Ceramah keagamaan yang digelar Kemenkumham ditujukan supaya ASN dapat menjalankan fungsinya sebagai pemersatu bangsa, yaitu dengan bijak bermedia sosial. (*Humas


Komentar (0)