Jakarta (09/02) - Eko Noer Kristiyanto, peneliti hukum Balitbangkumham, menjadi delegasi Indonesia dalam Konferensi Internasional Tourism, Sport Management, Health and Food Nutrition (TSHF) 2019 yang diselenggarakan di Tokyo University of Science, Tokyo Jepang pada tanggal 22-25 Agustus 2019. Eko yang selama ini telah aktif dalam isu hukum olahraga Indonesia mempresentasikan tulisannya tentang penyelesaian sengketa hukum dalam sepakbola. 

Dalam presentasinya Eko menjelaskan bahwa masyarakat dunia telah bertransformasi menjadi karakter yang unik. Satu sisi mereka menjadi begitu global dalam pergaulan namun begitu spesifik terkait pergaulan komunitas khususnya hal khusus yang dalam hal penyelesaian sengketa.

Eko menjelaskan bahwa dalam komunitas olah-raga, telah dikenal apa yang disebut sebagai CAS (Court of Arbitration for Sports) namun rupanya itu masih dianggap terlalu umum. Eko menyampaikan bahwa dalam konteks olahrraga sepakbola yang memiliki begitu banyak persinggungan hukum, perlu dibentuk lembaga penyelesaian sengketa khusus. Lembaga ini dibentuk untuk menangani masalah-masalah antara pemain dan klub profesional. Eko lalu memberikan beberapa rekomendasi agar lembaga penyelesaian sengketa yang telah dimiliki Indonesia yaitu BAORI dan BAKI dapat dioptimalkan mengikuti perkembangan jaman. 

Lebih jauh eko menekankan bahwa pembentukan lembaga yang kelak disebut dengan NDRC (National Dispute Resolution Chamber) ini telah sesuai dengan hukum nasional khususnya Undang-Undang terkait Arbitrase dan Penyelesaian Sengketa Alternati. Lembaga ini juga sesuai dengan logika Lex Sportiva-Sports Law yang dianut dan relevan dengan komunitas olah-raga Internasional.

Selain terlibat dalam acara konferensi internasional, Eko pun berkunjung ke kantor kedutaan RI di Jepang guna mendampingi delegasi lain yang berkepentingan dalam persiapan Olimpiade 2020 yang akan diselenggarakan tahun depan di Tokyo Jepang. (*Humas)

 

 

Presentasi Peneliti di Tokyo


Komentar (0)