Jakarta (19/03) – Ketua Tim SPIP, Hakki Fajriando, menyampaikan perlunya pengendalian intern di lingkungan Kemenkumham demi mewujudkan lingkungan kerja yang disiplin. "Untuk mendorong terwujudnya sistem pengendalian intern terutama di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia secara berkelanjutan, maka diperlukan adanya peningkatan penerapan pengendalian intern secara sistematis, masif, dan terstruktur untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal,’’ Jelas Hakki.

 

Hakki  juga menyampaikan, berdasar hasil penilaian mandiri tingkat maturitas sistem pengendalian intern pemerintah  (SPIP)  Kemenkumham yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Kemenkumham pada tahun 2020, menunjukkan bahwa secara umum, penyelenggaraan SPIP Kemenkumham berada pada tingkatan “terdefinisi” dengan rata-rata skor 3,882. ‘’ Melihat hal tersebut maka dibutuhkan sebuah evaluasi terkait penerapan Pengendalian Intern terutama pada Kanwil Kemenkumham dalam rangka memberikan gambaran sejauh mana penerapan SPIP telah dilakukan,’’ pesan Hakki.

 

Kegiatan  Presentasi Awal Penelitian “Evaluasi Maturitas SPIP dan Manajemen Resiko (Indikator Red Flag) dalam rangka peningkatan level Optimum Maturitas SPIP menghadirkan Narasumber Mohamad Hardi dari Dirjen Pengawasan Bidang Politik dan Penegakan Hukum BPKP.(*Humas)

 

 

 

 

 


Komentar (0)