Jakarta (22/12) - Dalam peringatan hari Ibu kali ini, Kepala Balitbangkumham, Sri Puguh Budi Utami, mengulas sisi lain perjuangan perempuan menjadi seorang Ibu. Utami menceritakan beberapa kasus Ibu yang harus menjalani pembinaan dalam lapas.

Meskipun harus menjalani masa hukuman, namun peran Ibu tidak bisa dihilangkan begitu saja. Utami mengatakan bahwa Kemenkumham berupaya memahami konteks tersebut. Kemenkumham memberikan kesempatan bagi Ibu dalam lapas untuk mengasuh anaknya di waktu tertentu. “Jadi Ibu yang menjadi WBP tetap bisa mengasuh anaknya cukup lama tapi tetap menyelesaikan masa pembinaannya dalam lapas,” jelasnya. Di masa pandemi, pertemuan antara Ibu dan anaknya dilakukan lewat sistem daring.

Diskusi peringatan hari Ibu ini dihadiri oleh tokoh-tokoh perempuan yang berpengaruh di bidangnya. Selain Kepala Balitbangkumham, hadir pula Atalia Ridwan Kamil yang mengulas beban ganda perempuan di masa pandemi. Selain itu hadir pula para pimpinan tinggi perempuan dari berbagai Kementerian seperti Lenny N. Rosalia (Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPA), drg. Murti Utami, MPH (Irjen Kementerian Kesehatan), serta Rini Widyatinj (Deputi Kelembagaan dan Tata Laksana Kemenpan RB). (*Humas)


Komentar (0)