Jakarta (12/08) - Jumlah kasus penyalahgunaan narkotika pada akhir 2018 mencapai 95% dari total tindak pidana khusus lainnya. Lonjakan jumlah kasus narkotika terus mengalami peningkatan setiap tahun hingga memenuhi isi lapas/rutan. Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, menaruh perhatian yang besar untuk isu ini. Pada Desember 2018, Menteri Yasonna menugaskan Balitbangkumham untuk mengadakan penelitian terkait hal tersebut.

Kepala Balitbangkumham, Asep Kurnia menyampaikan, "Balitbangkumham akan terus fokus melakukan penelitian yang dapat memberikan manfaat bagi jajaran di Kemenkumham."

Penelitian yang dilakukan Balitbangkumham bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik narapidana narkotika berdasar faktor demografi dan sosial. Selain itu, penelitian diharapkan dapat mengidentifikasi faktor penyebab persebaran narkotika dalam lapas.

Kepala Pusjianbang Kebijakan, Aman Riyadi, menyatakan riset ini ditargetkan menjadi salah satu program Menteri di tahun mendatang. "Harapannya penelitian ini bisa menjawab bagaimana penanganan narkotika yang ada di Lapas/Rutan sehingga bisa jadi dasar pembuatan kebijakan bagi Ditjen PAS," ujar Aman. Hadir sebagai narasumber, Prof. Andrianus Meliala yang memberikan berbagai masukan penting, termasuk dalam hal metodologi pengumpulan data dan teori yang digunakan. Keselarasan rumusan masalah dan kesimpulan juga menjadi masukan penting.

Acara presentasi hari ini turut dihadiri perwakilan Ditjen PAS, Kanwil DKI Jakarta, dan jajaran UPT Pemasyarakatan DKI Jakarta.(*Humas)

sd

da

sdaa

dsa


Komentar (0)