Jakarta (17/08) – Sebanyak 134.430 narapidana di seluruh Indonesia menerima remisi dalam rangka HUT RI Ke-76, dan 2.491 langsung dinyatakan bebas. Narapidana yang menerima adalah mereka yang sudah lulus secara administratif dan substantif, dengan besaran yang bervariasi, yaitu mulai dari 1-6 bulan. Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga, mengatakan remisi merupakan wujud apresiasi terhadap pencapaian perbaikan diri yang tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari narapidana. “Jika mereka tidak berperilaku baik, maka hak Remisi tidak akan diberikan. Pemberian Remisi bukan sekadar reward kepada narapidana yang berkelakuan baik serta memenuhi persyaratan administratif dan substantif, namun juga anggaran negara yang dihemat dengan berkurangnya masa pidana narapidana,” terang Reynhard.

 

Menteri Kemenkumham, Yasonna H. Laoly, mengatakan bahwa pemberian remisi ini bukan serta merta untuk memudahkan para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk cepat bebas, tetapi instrumen untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan motivasi diri dalam proses Reintegrasi Sosial serta melakukan internalisasi dan implementasi nilai-nilai pembinaan yang diperoleh sebagai modal untuk kembali ke masyarakat. “Tunjukkan sikap dan perilaku yang lebih baik lagi. Jadilah insan yang baik, hiduplah dalam tata nilai kemasyarakatan yang baik, taat aturan, berpartisipasi aktif dalam pembangunan untuk melanjutkan perjuangan hidup, kehidupan, dan penghidupan sebagai warga negara, anak bangsa, dan anggota masyarakat,” pesan Yasonna.

 

Dalam kegiatan ini Kementerian Hukum dan HAM sekaligus melaksanakan arahan Presiden RI, Joko Widodo, untuk melakukan ground breaking di wilayah nusakambangan sebagai salah satu upaya untuk mengatasi overcrowding Lapas yaitu dengan membangun 2 Lapas maximum security di wilayah ngasem dan Gladakan, dan 1 lapas minimum security di Nirbaya. Kegiatan ini diikuti secara daring oleh Kepala Balitbangkumham, Sri Puguh Budi Utami, dan Sekretaris Balitbangkumham, Yayah Mariani. (*Humas)

 

 

 

 


Komentar (0)