Semangat tunas muda Balitbangkumham untuk berkarya telah terbukti hingga ke mancanegara. Destri Indra dan Ahmad Fathoni yang merupakan pegawai Balitbangkumham menjadi perwakilan Indonesia untuk mengikuti Accessibility & Universal Design Training/Programme di University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia.

Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan selama tiga minggu sejak 26 Januari hingga 16 Februari 2020. Pelatihan yang diikuti oleh penyandang disabilitas dari negaranegara ASEAN ini, menjadi ajang untuk memperluas informasi dan jaringan. Para peserta dapat bertukar wawasan, pandangan dan pengalaman dalam advokasi isu disabilitas.

Salah satu isu yang menjadi fokus pelatihan ini adalah penerapan desain universal suatu bangunan atau fasilitas umum. Desain universal adalah sebuah pendekatan desain untuk menghasilkan fasilitas dan area lingkungan sekitar bangunan yang ramah bagi semua orang. “ Lewat kacamata desain universal, bangunan harus bisa diakses secara umum, tanpa batasan fisik (penyandang disabilitas), rentang usia, dan juga jenis kelamin,” jelas Indra.

Pelatihan ini unik, karena setiap peserta diberi kesempatan untuk melakukan audit akses fasilitas di Universitas Malaya. Peserta dapat langsung memeriksa dan mengidentifikasi penghalang/ hambatan aksesibilitas di gedung dan area ekstenal sekitar bangunan.

Ahmad Fatony menjelaskan, bahwa desain universal ini dapat mewujudkan kemudahan, keamanan, dan kenyaman pengguna gedung. “ pastinya semua orang sebagai pengguna dapat beraktivitas secara mandiri dan tanpa mengeksklusifkan sebagian orang’” terangnya.

Pelatihan ini diharapakan bermanfaat untuk pengembangan kebijakan. selain itu konsep teori yang didapat bisa diadopsi dan diterapkan dalam riset Balitbangkumham.


Komentar (0)