Jakarta (09/06) - Balitbangkunham terus berinovasi dalam mengoptimalkan kinerja penelitian hukum dan HAM. Aplikasi database permasalahan hukum, HAM dan layanan publik yang bernama SIPKUMHAM siap dimanfaatkan oleh para analis kebijakan dan Bidang HAM di kantor wilayah.

Aplikasi SIPKUMHAM sudah ada sejak 2015. Pada awal pembentukannya, SIPKUMHAM dijalankan secara manual oleh operator Kantor Wilayah. Tiap bulan, operator Kantor Wilayah harus menginput data berupa permasalahan hukum dan HAM yang dilaporkan lewat layanan Yankomas di wilayah. Sejak 2018, Balitbangkumham bekerjasama dengan TAF dan USAID mengembangkan SIPKUMHAM menjadi database yang diupdate secara otomatis. SIPKUMHAM berkembang dengan teknologi machine learning dan sistem crawling data. Selama satu bulan pengoperasiannya, SIPKUMHAM telah menghimpun 20.868 data permasalahan layanan publik Kemenkumham.

Selama dua minggu ke depan, Balitbangkumham bekerjasama dengan ICJR dan TAF akan menyelenggarakan Workshop Pelaporan Analisis Kebijakan dan Reporting Memanfaatkan SIPKUMHAM. Workshop ini diikuti oleh 118 peserta yang terdiri dari para analis kebijakan dan pegawai bidang HAM yang menjadi pengelola SIPKUMHAM di kantor wilayah. Semula bidang HAM bertugas sebagai operator yang melakukan input data pada aplikasi SIPKUMHAM. Kini, karena proses input data sudah dilakukan otomatis lewat crawling media online, maka tugas bidang HAM adalah melakukan analisis dan kajian.

Kepala Balitbangkumham, Sri Puguh Budi Utami, menuturkan bahwa workshop kali ini bertujuan agar para analis kebijakan mendapat bekal pengetahuan dan keterampilan menganalisis data memanfaatkan SIPKUMHAM. Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Bambang Rantam, yang membuka Workshop mengapresiasi inisiatif Balitbangkumham. Menurutnya Balitbangkumham makin produktif dan inovatif dalam menyikapi new normal. "Setelah melahirkan aplikasi survei online, sekarang menginisiasi aplikasi SIPKUMHAM, ini perkembangan yang baik dari Balitbangkumham," jelas beliau. Bambang Rantam berharap aplikasi ini nantinya dapat bermanfaat bagi Kemenkumham. (*humas) #kumhampasti #BalitbangkunhamWBBM


Komentar (0)