Jakarta (25/03) – Balitbangkumham berkomitmen mencegah praktik korupsi di lingkungan kerja lewat kegiatan Sosialisasi Budaya Anti Korupsi dan Penguatan Terkait Strategi Nasional Pencegahan Korupsi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam sambutannya, Sekretaris Balitbangkumham, Yayah Mariani yang menyampaikan bahwa penguatan mental anti korupsi harus dilakukan terus-menerus. “Sebagai instansi yang zero temuan dan sudah meraih WBBM, pegawai Balitbangkumham harus bisa menjadi role model dalam pencegahan korupsi bagi instansi di dalam dan luar Kemenkumham,” jelas Yayah.

Sejalan dengan hal tersebut, M. Syahril Sangaji, Tenaga Ahli Monitoring dan Evaluasi KPK, menyampaikan indeks persepsi anti korupsi Kemenkumham sudah baik. Meski begitu masih ada beberapa area yang rawan korupsi, misalnya pengadaan barang dan jasa. Untuk itu sosialisasi semacam ini penting untuk pendampingan dari dalam. Selain itu, perlu harus monitoring dari luar sebagai bentuk pengawasan.

Agustinus Wibowo, pejabat fungsional Sosialiasasi dan Kampanye Anti Korupsi KPK, menyebutkan Indeks Persepsi Korupsi Indonesia ada di angka 38, angka ini masih jauh dari skor rata-rata global yaitu 43. Agustinus menjelaskan angka ini menunjukkan peningkatan persepsi anti korupsi di masyarakat dibanding tahun lalu. Meskipun demikian tampak ada kecenderungan bahwa masyarakat semakin terbiasa terhadap korupsi dalam lingkungan pelayanan publik. Hal ini antara lain tampak dari sikap kalangan tertentu yang menganggap wajar melakukan gratifikasi seperti memberikan barang atau fasilitas kepada ASN atau pegawai swasta. “Banyak hal-hal kecil yang tidak kita sadari yang menimbulkan suatu kebiasaan yang dirasa sudah biasa padahal itu adalah suatu tindakan korupsi secara kecil-kecilan,” jelas Agustinus. Oleh karenanya, kampanye anti korupsi lewat sosialisasi maupun kampanye media sosial harus dilakukan secara berkala dan berkelanjutan.

Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh seluruh jajaran di lingkungan Balitbangkumham baik hadir secara langsung di aula maupun menggunakan aplikasi zoom. (*Humas)

 

 


Komentar (0)