Jakarta (04/11) – Tahun 2020 menjadi tahun inovasi bagi Balitbang Hukum dan HAM. Berbagai aplikasi yang membantu tugas dan kinerja penelitian diluncurkan pada tahun ini seperti SIPKUMHAM dan aplikasi ASA. Inovasi sosialisasi dan publikasi penelitian dilakukan dengan penyelenggaraan Obrolan Peneliti (OPini) dan konferensi internasional ilmiah dengan memanfaatkan aplikasi webinar. Sederet inovasi ini mendapatkan apresiasi dari Tim Penilai Nasional (TPN) dalam Desk Evaluasi menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Nadjamuddin Mointang, salah satu TPN dari Kementerian PAN RB, mengatakan bahwa aplikasi survei 3A dan aplikasi ASA sangat penting untuk memonitor layanan publik yang sudah dilakukan. Untuk itu, aplikasi survei ini harus merepresentasikan apa yang terjadi di lapangan.

Kepala Balitbangkumham, Sri Puguh Budi Utami mengatakan, inovasi yang digagas Balitbangkumham adalah sebuah proses. Penyempurnaan terus dilakukan berdasarkan evaluasi hasil pemanfaatan aplikasi. “Misalnya dalam hal bahasa, kami selalu memperhatikan apakah bahasa survei mudah dimengerti atau tidak oleh masyarakat,” jelas Utami.

Desk evaluasi hari ini diikuti oleh seluruh tim Pokja Pembangunan ZI dan pimpinan tinggi pratama Balitbangkumham. Selanjutnya, hasil penilaian dari TPN ini akan menjadi bahan penentuan pemberian predikat WBBM untuk Balitbangkumham. (*Humas)


Komentar (0)