Jakarta (29/04) – Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta menggelar rapat sosialisasi menggunakan media Teleconference diruang rapat Kepala Kantor dengan BALITBANGKUMHAM PUSAT dan diikutsertakan juga 32 kanwil dari seluruh indonesia, Rapat ini diselenggarakan dalam rangka mensosialisasikan panduan penelitian Karakteristik Narapidana Kasus Narkotika yang akan dilangsungkan sekitar pertengahan bulan mei ini serentak dibeberapa lapas yang tersebar diseluruh indonesia

Kepala Balitbangkumham, Asep Kurnia, mengatakan penelitian ini merupakan amanat dari Menteri Hukum dan HAM awal tahun ini. Menurut Asep, pemetaan karakteristik napi narkotika penting untuk menentukan kebijakan penanganannnya.

Kepala Pusjianbang Kebijakan, Aman Riyadi, menjelaskan bahwa pemetaan karakteristik narapidana kasus narkotika akan dilaksanakan secara nasional. “Teman-teman di Kanwil akan menjadi asisten tim peneliti Balitbangkumham,” jelas Aman. Balitbangkumham akan mengirimkan panduan penelitian untuk dilaksanakan di masing-masing Kanwil. “Kalau sudah, Kanwil diminta mengirimkan laporan pemetaan, sedangkan pengolahannya tetap dilakukan oleh peneliti Balitbangkumham,” tutur Aman.

Peneliti Pusjianbang Kebijakan, Edward James Sinaga, mengatakan bahwa sampel yang diminta sebanyak 1200 responden. “Responden diambil dari 3 UPT di tiap kanwil dengan jumlah yang proporsional, yang sudah dihitung oleh peneliti,” jelas Edward.

Pemetaan karakteristik napi narkotika di tiap kanwil akan dimulai per 7 Mei 2019. Balitbangkumham menargetkan pemetaan oleh Kanwil sudah selesai maksimal dua minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Perwakilan dari Kanwil mengikuti arahan dengan antusias. Hal ini nampak dari proses diskusi yang berjalan dua arah memanfaatkan teknologi teleconference. Turut hadir dalam kegiatan ini, pejabat tinggi pertama, peneliti dan pejabat administrasi Balitbang Hukum dan HAM.

TELECONFERENCE
TELECONFERENCE
TELECONFERENCE


Komentar (0)