Jakarta (20/04) – Kewenangan dan kemudahan berusaha UMK pada UU Omnimbus Law Cipta Kerja belum diatur oleh petunjuk teknis yang jelas. Hal ini berdampak pada fenomena kompetisi dan persaingan usaha para UMK yang secara global masih minim difasilitasi dalam pemberdayaannya. Dari hasil penelitian Balitbangkumham, pemerintah secara umum sudah dapat menjembatani dalam hal proses informasi dan pendampingan. Namun, perlu kewenangan Badan Otoritas untuk memberikan kesempatan untuk para pelaku UMK dalam upaya pengingkatan literasi digital.

Tony Yuri Rahmanto, Analis Kebijakan Muda Balitbang Hukum dan HAM, mengatakan bahwa di beberapa wilayah sarana prasana juga masih menjadi kendala. Salah satunya dalam hal jaringan internet yang menyebabkan proses pelayanan terkait dengan perijinan sedikit terhambat.

Zumry Sulthony, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara mengungkapkan bahwa, di lapangan, legalitas dari UMK masih bermasalah. Hal ini mencakup belum diaturnya batasan dalam penerapan diskresi, sejak diterapkannya UU Cipta Kerja. Pelaku UMK mengaku kesulitan dalam alur penerbitan perizinan terkait dengan regulasi legalitas. Oleh karena itu, perihal sosialisasi menjadi perhatian khusus bagi pemerintah untuk menjelaskan bagaimana seharusnya pemenuhan legalitas oleh para pelaku UMK. Zumry juga menyampaikan bahwa ada tumpang tindih yang dilakukan terhadap pembinaan UMK. Untuk mengatasi hal ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM melakukan patching  dalam rangka pembahasan untuk mendapatkan pendanaan dan pemasaran.

Kegiatan OPini dengan tema “Desain Pengaturan Omnibus Law Cipta Kerja, Transformasi Sosial, dan Ketahanan Pelaku Usaha Mikro dan Kecil pada Industri Pariwisata di Danau Toba, Labuan Bajo, dan Mandalika ”  yang diselenggarakan oleh dengan Kanwil Kemenkumham Sumatera Utara juga mengadirkan narasumber lain yaitu Robert Sibarani, Guru Besar Universitas Sumatera Utara . Lebih dari 1000 peserta dari seluruh Indonesia berpartisipasi dalam diskusi ini melalui zoom, youtube. (*Humas)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Komentar (0)