Jakarta (05/11) – Angka penularan Covid-19 sempat menurun setelah PSBB kembali dilakukan di Jakarta. Meski begitu, masyarakat khususnya pegawai perkantoran diminta tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan. Dalam Seminar Kesehatan dengan tema “Pandemi Covid 19 Belum Berakhir” hari ini, Balitbangkumham ingin mengajak masyarakat untuk turut serta dalam upaya pemulihan Pandemi Covid 19.

Prof.Dr. H. Ari Fahrizal Syam, Guru Besar Fakultas Kedokteran UI, mengatakan bahwa angka kematian akibat Covid-19 sudah berhasil ditekan. Pada masa awal penyebaran, angka kematian sebesar 10% sementara kini menjadi 3,41%. “Hal ini berkat makin banyak masyarakat yang sadar pentingnya memakai masker dan penanganan pemerintah yang makin cepat,” jelas Ari. Walaupun begitu, masyarakat tetap diminta disiplin kebersihan diri karena ini satu-satunya cara untuk mengurangi jumlah penularan.

Prof. Dr. H. Menaldi Rasmin menambahkan bahwa gaya hidup sehat mampu memperkuat imunitas tubuh. Masyarakat dianjurkan melatih daya tahan tubuh dengan cara olahraga ringan di pagi hari sekitar 30-45 menit di bawah sinar matahari. “Selain itu jangan lupa minum Vitamin C dan buah-buahan, serta jaga jarak dan hindari berkerumunan,”pesan Menaldi.

Dalam rangkaian seminar hari ini, Balitbangkumham juga mengumpulkan tenaga kesehatan (nakes) dari seluruh UPT Kemenkumham dalam satu sesi khusus. Dalam sesi ini para nakes berbagi antisipasi penanganan pandemi di lingkungan kerja. Para nakes juga mendapatkan ilmu dari dr. Erlina Burhan, Dokter Spesialis Paru RS Persahabatan, mengenai bagaimana antisipasi penularan Covid-19 di kantor dan dalam lapas. Menurut dr. Erlina, WBP yang terdeteksi positif Covid-19 harus segera diisolasi ke Rumah Sakit Pengayoman atau RS lain yang memungkinkan. "Perlu dibangun kerjasama antara lapas dengan Puskesmas atau RS terdekat," usulnya.

Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Bambang Rantam Sariwanto, yang membuka acara ini berharap pengetahuan yang dihasilkan selama seminar dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari hari. “Saya berharap langkah-langkah efektif yang didapatkan dari seminar ini bisa kita lakukan di kantor kita,” jelasnya. Pendapat ini diamini oleh Kepala Balitbangkumham, Sri Puguh Budi Utami. Menurutnya, langkah-langkah strategis rekomendasi para narasumber hari ini bisa dipakai untuk menjaga kualitas pelayanan tanpa melupakan protokol kesehatan. Acara yang dihadiri kurang lebih 830 peserta via aplikasi daring ini dipandu oleh dr. Vito Anggarino Damay dan dr. Yulius, tenaga kesehatan dari Kemenkumham. Vito mengajak masyarakat untuk membedakan hoax dan fakta seputar Covid-19, seperti anggapan minum minyak kayu putih untuk membunuh virus yang ternyata hoax. Seluruh rangkaian seminar hari ini masih bisa disimak di Youtube Balitbang Hukum dan HAM. (*Humas)


Komentar (0)