SERI KEDELAPAN

Refleksi 75 Tahun Memaknai Pluralisme Indonesia

 

OPINI (OBROLAN PENELITI)

Sejak merdeka 75 tahun yang lalu, keberagaman selalu menjadi kekuatan dan kekhasan yang melekat dalam bangsa Indonesia. Perbedaan ras, agama, suku dan budaya dikelola oleh para pendahulu bangsa menjadi alasan untuk bersatu dan saling meneguhkan.

Seiring tumbuhnya sebuah bangsa, berbagai macam konflik horizontal berhasil diredam dengan semangat persatuan. Meski begitu, tantangan terhadap pluralisme di Indonesia terus menghadang seperti yang terjadi belakangan ini. Berkembangnya teknologi memicu potensi konflik di level yang berbeda. Ujaran kebencian jamak ditemui dalam media sosial yang kemudian berdampak pada relasi antar kelompok di dunia nyata. Keberlainan seringkali dimaknai sebagai genderang permusuhan sehingga muncul sifat “ke-aku-an” atau “ke-kami-an”. Konflik ini berimplikasi pada diskriminasi terhadap kelompok-kelompok minoritas, dimana hak atas pengakuan, persamaan di depan hukum serta yang paling sering hak ekonomi menjadi tidak terpenuhi.

Dalam merawat keberagaman, sifat keakuan ini menjadi sesuatu yang harus dihindari dan diperangi bersama. Merawat keberagaman seharusnya menjadi semangat dan tanggungjawab seluruh pihak, bukan hanya pemerintah saja, masyarakat sipil saja atau kelompok minoritas saja, melainkan harus melibatkan berbagai aktor. Pemerintah harus merangkul berbagai aktor baik tokoh masyarakat, tokoh agama, dan khususnya mereka yang lemah untuk merawat keberagaman. Kelompok mayoritas dapat berperan dengan menyadari privielege yang dimiliki dan menggunakannya untuk mempromosikan perdamaian. Untuk itu, menjadi penting membahas proyek-proyek kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil untuk merawat keberagaman. Kolaborasi ini penting agar masyarakat merasa terlibat dan menjadi subjek dari proses bina damai.

Proses kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil dapat dimulai lewat refleksi peran dan tantangan yang dilalui berbagai pihak dalam mengelola keberagaman. Lewat diskusi daring Obrolan Peneliti (OPini): Refleksi 75 tahun Kemerdekaan Indonesia, Balitbang Hukum dan HAM mengajak berbagai pihak untuk merefleksikan kontribusinya, tantangan dan inisiatif yang sudah dilakukan untuk merawat keberagaman.

 

OPini berjudul “Refleksi 75 Tahun Memaknai Pluralisme Indonesia” akan diselenggarakan pada:

Hari, tanggal : Kamis, 27 Agustus 2020

Waktu : 10.00 WIB s/d Selesai

via Zoom Meeting

 

Silakan mendaftar di link tiny.cc/OpiniLitbang8 untuk mendapatkan zoom meeting ID. Mohon untuk tulis nama lengkap beserta gelar dengan benar karena akan kami gunakan sebagai data pembuatan sertifikat.

  


  

Download Services




 Materi OPini
download seluruh materi

Download


 Siaran Ulang
Nonton Siaran Ulang

coming soon


E-Sertifikat
isi formulir e-sertifikat

disini